Sunday, November 15, 2015


RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah           :  SMPN 9 PONTIANAK
Mata Pelajaran          :  Biologi IPA Terpadu
Kelas / Semester        :  VIII  / 1
Standar Kompetensi : 4. Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan
Kompetensi dasar     : 4.1Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia                       dalam kehidupan sehari-hari
Alokasi waktu            : 3 x 40 menit. ( 1 x pertemuan)

A.    Indikator Pencapaian Kompetensi
1.      Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga
B.     Tujuan
1. Siswa dapat dapat menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. siswa dapat siswa dapat menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk rumah tangga.

C.    Materi Ajar/ Sub Materi
Bahan Kimia di Rumah Tangga
            Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya dikembangkan dengan cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis, sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan atau kita lihat sehari-hari.
            Bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dapat dikelompokkan berdasarkan bagan dibawah ini:
Banyak ragam bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa kelompok bahan kimia yang dimaksud, di antaranya adalah:
1. pembersih;
2. pemutih pakaian;
3. pewangi;

1. Pembersih
            Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya sabun dan detergen.
Adapun jenis bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pembersih antara lain:
- pembersih badan,
- pembersih rambut,
- pembersih motor dan mobil,
- pembersih piring,
- pembersih baju,
- pembersih lantai
            Kita perlu hati-hati dalam memilih bahan pembersih, bahan tersebut jangan sampai menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis detergen sukar diuraikan oleh pengurai. Jika detergen ini bercampur dengan air tanah yang dijadikan sumber air minum manusia atau binatang ternak maka air tanah tersebut akan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya memilih detergen yang limbahnya dapat diuraikan oleh mikrorganisme (biodegradable). Pengaruh buruk yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian detergen yang tidak selektif atau tidak hati-hati adalah:
- Menimbulkan limbah rumah tangga berupa busa.
- Busa yang ditimbulkan sabun dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang ada dalam tanah, sedangkan busa yang dihasilkan dari detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.
- Menggunakan detergen dengan konsentrasi yang encer dan kadar ABS yang rendah.
- Menggunakan detergen yang mudah terurai, seperti sodium dodesil sulfat (SDS).
- Menyimpan sabun pada tempat yang benar sehingga jauh dari jangkauan anak.

2. Pemutih
            Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya dan digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanya menggunakan sabun atau detergen. Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanya mengandung bahan aktif natrium
hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman). Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai selama pemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi dengan zat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaian pemutih ini harus sesuai petunjuk.
- Bagaimana pemutih dapat menghilangkan kotoran yang membandel pada pakaian putih?
- Dalam bahan pemutih mengandung hipoklorit Ca(ClO2) yang biasanya dikenal kaporit, dan larutan pemutih mengandung natrium hipoklorit (NaClO). Bahan pemutih akan mengoksidasi kotoran sehingga kotoran tersebut akan larut dalam air
Efek Samping Penggunaan Pemutih
- Bahan pemutih pakaian umumnya mengandung senyawa klorin yang dapat merusak serat kain dan warna pakaian.
- Senyawa klorin juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
- Bahan pemutih kulit yang mengandung merkuri atau raksa yang berlebihan dapat merusak sistem saraf
Pencegahannya
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk dari penggunaan pemutih, antara lain:
- Hindari penggunaan jenis pemutih yang mengandung merkuri.
- Hanya menggunakan produk pemutih jika kotoran atau noda sulit dihilangkan oleh sabun atau detergen.

3. Pewangi
            Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alcohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat.
            Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebut berfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai propelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas ke udara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan dapat merusak lapisan ozon. Selain itu juga berdampak pada kesehatan manusia antara lain mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma.

Metode Pendekatan
Model Pembelajaran               : diskusi dan Tanya jawab.
     
Kegiatan pembelajaran
Pertemuan ke-1


Kegiatan
Waktu
A.    Kegiatan Awal
Salam dan do’a
1.      Guru membuka kegiatan belajar dengan memberikan salam dan do’a.
2.      Guru mengabsen siswa dengan menanyakan siapa yang tidak hadir, guru menanyakan kabar siswa. 

Motivasi dan apersepsi.
Apersepsi
 Apa yang dimaksud dengan atom, ion dan molekul ?
Berikan contoh atom, ion dan molekul?

Motivasi
Cobalah kamu amati bahan-bahan kimia apa saja yang
ada di sekelilingmu. Golongkanlah semua bahan kimia itu
dalam tiga golongan besar yakni bahan kimia rumah tangga
(pembersih, pemutih, pewangi, dan pembasmi serangga). Dapatkah kamu mengidentifikasi kegunaan
dan efek samping dari semua bahan kimia tersebut? Pada bab ini kamu diajak untuk mempelajari kegunaan dan efek samping semua bahan kimia yang ada dalam kehidupan keseharian kamu.

Prasyarat pengetahuan
Bahan kimia penyusun bahan pembersih dibedakan atas bahan utama (bahan aktif) dan bahan tambahan (bahan aditif). Bahan utama untuk masing-masing
bahan pembersih ditunjukkan dalam cetak tebal, sedangkan yang lain adalah sebagai bahan tambahan. Bahan aditif ditambahkan ke dalam bahan pembersih untuk memenuhi fungsi-fungsi sebagai penguat (builder), pelembut (pada pakaian), pewarnaan, pemberi aroma (pewangi), pengawet, pengental, dan medium (pelarut). Bahan aktif pada bahan
pembersih berfungsi sebagai surfaktan.


c. guru menyampaikan tujuan pemebelajaran
1. Siswa dapat dapat menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. siswa dapat siswa dapat menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk rumah tangga.

15 menit
B.     Kegiatan Inti
1.      Eksplorasi
a.    Guru menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang akan dipelajari.

2.      Elaborasi
a. Guru menjelaskan materi kimia rumah tangga dengan bantuan slide power point.
b. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa. 
c. Guru memberikan penguatan dari jawaban siswa. 
d. guru menunjuk siswa untuk menjelaskan kembali.
e. guru mengkondisikan siswa untuk bermain adu nomor.
f. Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok.
g. guru meminta siswa perwakilan kelompok untuk maju kedepan mengambil kartu secara bergantian.
h. guru meminta siswa untuk menjawab soal yang sudah ada didalam kartu beserta skornya.
i. guru meminta siswa untuk memberi total skor yang mereka dapat dari menjawab soal tersebut.


 
3.      Konfirmasi.
1.      Guru bersama siswa membuat kesimpulan.
2.      Guru memberikan refleksi terhadap materi yang telah dibahas dengan memberi penguatan.
3.      Guru memberikan penghargaan bagi kelompok siswa yang mendapat skor tertinggi.
90 menit


C.    Penutup
1.      Guru memberikan penilaian secara tertulis/lisan.
2.      memberkan tugas kelompok.
3.      mengucapkan rasa syuur setelah melakukan kegiatan dengan mengucapkan Alhamdulillah.
15 menit



7        Sumber Belajar
Buku LKS IPA
Buku IPA TERPADU Penerbit Erlangga
Referensi yang relevan

8        Soal-soal tugas dirumah


      Soal latihan yang diberikan guru adalah soal yang ada didalam LKS dan Buatlah makalah tentang bahan kimia rumah tangga dan hubungannya dengan pencemaran lingkungan, bagaimana solusi untuk mencegahnya serta efek samping yang ditimbulkan bagi kesehatan.
Tugas secara berkelompok, cari literatur di internet, dikumpul 1 minggu lagi.

9. Teknik Penilaian .


             
No
Soal
Kunci Jawaban
Skor
1.
Apa saja jenis bahan kimia rumah tangga
Pembersih
Pemutih
Pewangi
Pembasmi hama
30
2.
Apa yang dimaksud dengan surfaktan
Suatu zat menurunkan tegangan permukaan suatu cairan.
30
3.
Sebutkan 4 efek samping yang dapat ditimbulkan jika terlalu banyak mengkonsumsu  bahan kimia rumah tangga
mengiritasi mata, hidung, tenggorok, kulit, mengakibatkan mual, pusing, perdarahan, hilang ingatan, kanker, dan tumor, kerusakan hati, menyebabkan iritasi ringan hingga menengah pada paru-paru, termasuk gejala seperti asma.

40







Teknik penilain posttest


Teknik                        : Postest
Bentuk instrumen       : soal latihan

Nilai Siswa
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0-100 dengan persamaan sebagai berikut:


Pontianak,      September  2015
                                                                                                Guru ppl


                                                                                               
                                                                                                Ira Sari          
                                                                                                NIM F17112008








          















RENCANA  PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah           :  SMPN 9 PONTIANAK
Mata Pelajaran          :  Biologi IPA Terpadu
Kelas / Semester        :  VIII  / 1
Standar Kompetensi : 4. Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan
Kompetensi dasar     : 4.3 Mendeskri-psikan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam                      kemasan yang terdapat dalam bahan makanan
Alokasi waktu            : 4 x 40 menit. ( 2 x pertemuan)

A.    Indikator Pencapaian Kompetensi
1.      Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan.
2.      Menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan.

B.     Tujuan
1.  Siswa dapat dapat menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan     yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap yang             terdapat dalam bahan makanan kemasan.
2. siswa dapat siswa dapat menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan.


C.    Materi Ajar/ Sub Materi
Zat Aditif dalam Bahan Makanan

A. Pengertian Zat Aditif Makanan
Zat aditif makanan adalah zat yang ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai.

B. Fungsi zat aditif makanan
(1) Memperbaiki kualitas atau gizi makanan, (2) Memperbaiki  tampilan makanan, membuat makanan tampak lebih menarik, (3) Meningkatkan cita rasa makanan, (4) Membuat makanan menjadi lebih tahan lama atau tidak cepat basi dan busuk.

C. Pengelompokan Zat Aditif berdasarkan Cara Memperoleh
(1) Zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat, (2) Zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.

D. Pengelompokan Zat Aditif berdasarkan Fungsi

1) Zat Pewarna, digunakan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya.
Pewarna Alami: Daun Suji (hijau), Kunyit (kuning), Wortel (jingga)
a) Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu, misalnya warna hijau dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit, warna cokelat dari buah cokelat, warna merah dari daun jati, dan warna kuning merah dari wortel.
Pewarna Sintesis pada Makanan dan Minuman
 b) Zat pewarna sintetik, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Zat pewarna sintetik yang bukan untuk makanan dan minuman (pewarna tekstil) dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh karena bersifat karsinogen (penyebab penyakit kanker).

Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dye dan lakeDye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produk-produk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak.

2) Zat Pemanis, berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman.
a) Zat pemanis alami, diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren ataupun pada buah-buahan dan madu, berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan.
Pemanis Alami: Gula Merah, Gula Pasir, Madu
 b) Zat pemanis buatan atau sintetik, tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki penyakit kencing manis (diabetes melitus) biasanya mengonsumsi pemanis sintetik sebagai pengganti pemanis alami. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami.
Contoh pemanis sintetik, yaitu sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam dan dulsin. Penggunaan sakarin yang berlebihan selain akan menyebabkan rasa makanan terasa pahit juga merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung kemih. Contoh lain, garam-garam siklamat pada proses metabolisme dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang dapat menimbulkan penyakit kanker). Garam siklamat juga dapat memberikan efek samping berupa gangguan pada sistem pencernaan terutama pada pembentukan zat dalam sel.

3) Zat Pengawet,  sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur.
a) Zat pengawet alami,  berasal dari alam, contohnya gula (sukrosa) yang dapat dipakai untuk mengawetkan buah-buahan (manisan) dan garam dapur yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan.
Contoh Pengawet Sintesis dan Makanan Hasil  Pengawetan
b) Zat pengawet sintetik atau buatan, merupakan hasil sintesis dari bahan-bahan kimia. Contohnya, asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium propionat atau kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering. Garam natrium benzoat, asam sitrat, dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk mengawetkan makanan. Zat pengawet lainnya yaitu natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk menjaga agar tampilan daging tetap merah. Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada beberapa minuman penyegar juga termasuk zat pengawet. Pemakaian pengawet formalin untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainnya dapat menimbulkan risiko kesehatan. Ada juga boraks, Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal dan hanya boleh dipergunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks dapat menimbulkan gangguan pada sistem saraf, ginjal, hati, dan kulit; gejala pendarahan di lambung dan gangguan stimulasi saraf pusat; terjadinya komplikasi pada otak dan hati; menyebabkan kematian jika ginjal mengandung boraks sebanyak 3–6 gram.

4) Zat Penyedap Cita Rasa
a) Zat penyedap cita rasa yang berasal dari alam, misalnya: daun pandan, daun salam, daun jeruk untuk pewangi. Potongan-potongan tulang untuk rasa daging. Sari buah memiliki rasa buah. Terasi, bawang merah, bawang putih untuk penyedap.

b) Zat penyedap cita rasa yang berasal dari  hasil sintesis:  (a) Oktil asetat, makanan akan terasa dan beraroma seperti buah jeruk jika dicampur dengan zat penyedap ini; (b) Etil butirat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah nanas pada makanan; (c) Amil asetat, akan memberikan rasa dan aroma seperti buah pisang; (d) Amil valerat, jika makanan diberi zat penyedap ini maka akan terasa dan beraroma seperti buah apel.

            Penyedap sintetik yang sangat populer di masyarakat adalah vetsin atau MSG (mononatrium glutamat). Di pasaran, senyawa tersebut dikenal dengan beragam merek dagang, misalnya Ajinomoto, Miwon, Sasa, Royco, Maggi, dan lain sebagainya. MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat yang secara alami terdapat dalam protein nabati maupun hewani. Daging, susu, ikan, dan kacangkacangan mengandung sekitar 20% asam glutamat. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung asam glutamat akan terasa lezat dan gurih meski tanpa bumbu-bumbu lain. Keunikan dari MSG adalah bahwa meskipun tidak mempunyai cita rasa, tetapi dapat membangkitkan cita rasa komponen-komponen lain yang terkandung dalam bahan makanan. Sifat yang semacam itu disebut dengan taste enhancer (penegas rasa).

            Suatu zat aditif dapat saja memiliki lebih dari satu fungsi. Seringkali suatu zat aditif, khususnya yang bersifat alami memiliki lebih dari satu fungsi. Contohnya, gula alami biasa dipakai sebagai zat aditif pada pembuatan daging dendeng. Gula alami tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemanis, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet. Contoh lain adalah daun pandan yang dapat berfungsi sebagai pemberi warna pada makanan sekaligus memberikan rasa dan aroma khas pada makanan.

Metode pendekatan
·      Model Pembelajaran               : Tanya jawab dan diskusi

D.    Kegiatan pembelajaran
Pertemuan ke-1 dan ke-2


Kegiatan
Waktu
A.    Kegiatan Awal
Salam dan do’a
1.      Guru membuka kegiatan belajar dengan memberikan salam dan do’a.
2.      Guru mengabsen siswa dengan menanyakan siapa yang tidak hadir, guru menanyakan kabar siswa. 


Motivasi dan apersepsi.
Apersepsi
Apa saja jenis zat aditif bahan rumah tangga ?
Apa saja contoh zat aditif yang sering kamu gunakan sehari-hari?


Motivasi
Industri bahan makanan di Indonesia terus berkembang
pesat, mulai dari skala kecil, menengah, maupun besar.
Produk yang dihasilkan umumnya berupa bahan makanan olahan. Dalam pengolahan bahan makanan, ada dua macam tujuan yang dapat dicapai. Pertama yaitu menambah ragam makanan, misalnya dari susu dapat diperoleh beberapa hasil olahan yang berupa keju, susu kental manis, yoghurt, mentega, dan lain-lain.
Kedua, untuk memenuhi keperluan khusus, misalnya membuat hasil olahan yang warnanya
lebih menarik, lebih awet, lebih manis rasanya, dan
sebagainya. Dalam upaya memenuhi keperluan khusus seperti yang disebutkan di atas, ternyata dalam pengolahan bahan makanan memang diperlukan penambahan zat yang memiliki sifat yang memungkinkan terpenuhinya keperluan
khusus yang diinginkan. Zat yang ditambahkan tersebut dinamakan aditif makanan. Namun demikian perlu diingat bahwa penggunaan aditif makanan tidak boleh dilatarbelakangi maksud menipu konsumen ataupun berdampak menurunkan nilai gizi makanan.
Dalam sub bab ini diuraikan lima bahan aditif makanan, yaitu pewarna, pemanis, pengawet, penyedap rasa, dan antioksidan dengan pertimbangan bahwa kelimakelima jenis tersebut penggunaannya paling luas dalam industri
makanan.

Prasyarat pengetahuan
Zat aditif makanan adalah zat yang ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai

c. guru menyampaikan tujuan pemebelajaran
1.  Siswa dapat dapat menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan          yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan.

2. siswa dapat siswa dapat menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan.
15 menit
B.     Kegiatan Inti
1.      Eksplorasi
a.    Guru menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang akan dipelajari.

2.      Elaborasi
a. Guru membentuk kelompok siswa.
b. Guru memberikan jenis produk makanan yang harus dianalisis kandungan zatnya. 
b.  guru meminta kelompok siswa untuk mendiskusikan kandungan zat produk tersebut. 
d. Guru meminta siswa untuk mencatat hasil diskusi.
e. Guru meminta siswa untuk mengolah menganalisis hasil diskusi.
g. guru meminta siswa mempresentasikan hasil diskusinya.
h. guru memfasilisasi siswa diskusi kelas untuk menyamakan persepsi.
i. guru meminta siswa untuk membuat laporan hasil kerja kelompok.
j. guru meminta siswa untuk memperlihatkan kedepan kelas hasil kerja kelompok siswa.
 
3.      Konfirmasi.
1.      Guru bersama siswa membuat kesimpulan.
2.      Guru memberikan refleksi terhadap materi yang telah dibahas dengan memberi penguatan.
130 menit


C.    Penutup
1.      Guru memberikan penilaian secara tertulis/lisan.
2.      memberkan tugas mandiri.
3.      mengucapkan rasa syuur setelah melakukan kegiatan dengan mengucapkan Alhamdulillah.
15 menit



7        Sumber Belajar
Buku LKS IPA
Buku IPA TERPADU Penerbit Erlangga
Referensi yang relevan

8        Soal-soal tugas dirumah


      Soal latihan yang diberikan guru adalah soal yang ada didalam LKS.
9. Teknik Penilaian .


             
No
Soal
Kunci Jawaban
Skor
1.
Apa yang dimaksud dengan zat aditif makanan
Zat aditif makanan adalah zat yang ditambahkan dan dicampurkan pada waktu pengolahan makanan. Masuknya zat-zat aditif ini mungkin terjadi saat pengolahan, pengemasan, atau sudah terbawa oleh bahan-bahan kimia yang dipakai.
15
2.
Sebutkan pengelompokan jenis zat aditif pada makanan
Pewarna
Pemanis
Pengawet
Penyedap rasa
15
3.
Berikan contoh masing-masing 2 zat aditif alami dan sintesis
Zat aditif alamai ---- daun suji, kunyit dan wortel
Zat aditif sintesis----eritrison, fast green dan coklat HT
30



















Teknik penilaian penilain posttest


Teknik                        : posttest
Bentuk instrumen       : soal latihan

Nilai Siswa
Perhitungan nilai akhir dalam skala 0-100 dengan persamaan sebagai berikut:


Pontianak,      September  2015
                                                                                                Guru ppl


                                                                                               
                                                                                                Ira Sari          
                                                                                                NIM F17112008




                                                                                               
                                                                       






  
No.  
Nama Produk
Komposisi Produk (zat atau senyawa yang terkandung)
Efek samping yang ditibulkan dari kandungan zat
1
Mizone Nutritius Isotonic Drink. img_brand_mizone(1).png
Air AQUA, Fruktosa,Gula, Base Mizone Perisa Liven Up Orange Lime,Pengatur Keasaman (Asam Sitrat),Natrium Klorida, Kalsium Laktat,Magnesium Sulfat,BahanPengawet (Kalium Sorbat,Natrium Benzoat),Pemanis Buatan (Asesulfam-K 30 m3/saji,Sukralosa 2 mg/saji),Pektin,Vitamin (B1,B3,B6,B12,E)

2
Pocari sweat  pocari-sweat.jpg
Air,Gula,Pengatur Keasaman Asam Sitrat dan Natrium Sitrat,Natrium Klorida,Kalsium Laktat,Magnesium Karbonat,dan Perisa Sitrus

3
Sprite http://supermetroemall.com/image/cache/data/Minuman/sprite_1_5_Ltr_b_5108faf7192a8-500x500.jpg
Air,CO2,Gula,Pengatur Keasaman Asam Sitrat dan Natrium Sitrat,Perisa Lemon-Lime, Pengawet Natriunm Benzoat

4
ZuperrKeju
http://portalcamilan.com/wp-content/uploads/2014/10/zuper-keju.jpg
Tepung terigu, Gula, Minyak Nabati, Whey Bubuk, Krimer Nabati, Susu Bubuk Skim, Keju Bubuk, Lesitin Kedelai (Pengemulsi), Garam, Ektrak Ragi, Bahan Pengembang, Perisa Keju, Pewarna Makanan (Kuning FCF Cl 15985, Tartrazin Cl 19140), Pengatur Keasaman, Vitamin  (A, B1,B2,B6, B12)

5
Richeese Ahh
http://www.nabatisnack.co.id/wp-content/uploads/2014/09/Richeese-Ahh-6-5g.jpg
Jagung, Minyak Nabati (Mengandung Antioksidan TBHQ), Pewarna (Kuning Kurkumin Cl 75300, Kuning FCF Cl 15985, Tartrazine Cl 19140), Whey Bubuk, Garam, Pengemulsi Lesitin Kedelai, Vitamin (A, B1,B2,B6, B12)

6
Roma Malkist Rasa Abon Gurih
https://ecs12.tokopedia.net/newimg/cache/300/product-1/2015/4/3/178419/178419_dcf71fe6-d9fb-11e4-8156-b78e2523fab8.jpg
Tepung Terigu, Minyak Nabati, Gula, Tapioka, Perisa Abon Sapi, (Mengadung Pewarna Kuning FCF 15985 dan Merah Allura Cl 16035), Garam, Amonium Bikarbonat, Susu Bubuk, Natrium Bikarbonat, Ektrak Malt, Ragi, Vitamin (B1, B2, B6, B12)

7
Taro Net
http://img.21food.com/img/product/2012/4/11/victortigapilar-08350160.jpg
Tepung Terigu, Minyak Nabati, Tapioka, Bumbu Rasa Rumput Laut (Mengadung Penguat Rasa MSG, Dinatrium Inosianat Dan Guanilat, Rumput Laut Kering, Perisa Rumput Laut, Hidrolisat Protein Nabati, Pewarna Karamel), Gula, Garam, Pengembang Kue

8
Richeese nabati Cheese Wafer
http://www.nabatisnack.co.id/wp-content/uploads/2014/09/Richeese-Nabati-Wafer-20-5g.jpg
Tepung Terigu,Minyak Nabati,Gula,Whey Bubuk,Keju Bubuk (Mengandung Penguat Rasa Mononatrium Glutamat Dan Dinatrium Ribonukleotida Antioksidan Tokoferol dan Askorbil Palmitat,Kuning FCF Cl 15985 Dan Tartrazine Cl 19140),Susu Bubuk,Pengemulsi Nabati Lesitin Kedelai,Garam,Bahan Pengembang Natrium Bikarbonat,Vitamin (A,B2,B2,B6,B12)

9
Minuman Serbuk Segar Sari 
https://namaproduk.files.wordpress.com/2012/12/bl-segar-sari-sweetz.jpg

Gula, Pengatur Keasaman (Amonium Sitrat, Natrium Sitrat), Pemanis Buatan (Siklamat 0,192 Gr/Sachet, Aspartam 0,024 Gr/Sachet, Asesulfak 0,024 Gr/Sachet), Ekstrak Jeruk, Perisa Jeruk, Vitamin C, Pewarna Makanan (Kuning FCF Cl 15985, Tartrazine Cl 19140)

10
Minuman Serbuk Pop Ice
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO_mH7m-go2GF5aL3WtrLbGtS3A2hnJ3BdgCNwRm5oq2jVW4WttwmLiXnAQNbuw_cycUvY0OwVwaJnDx4ztLgs3kbsGrY29BFo7lzYDYDFL_Vy-4J6hv8ccnCzG5CdGflD_iDHTHjdyeQ/s1600/pop+ice3.jpg
Gula, Krim Nabati, Susu Bubuk, Perisa Talas, Pewarna Makanan Karmoisin Cl 14720, Biru Berlian Cl 42090, Pemanis Buatan Aspartam, Natrium Siklamat,Acesulfam. Fenilketonuria Menandung Fenilalanin

11
Ale-ale strawberry
http://siva-id.jsstatic.com/logo/_file/NEW/2013/7-3/550/5798807.JPG

Air, Gula, Pengatur Keasaman  Asam Sitrat. Kosentrat stroberry, perisa stroberry, pengawet natrium benzoat, pemanis buatan siklamat(natrium)

12

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpDIrMZaZ9dF_RZjKjc2IIrwfaPDEgTdLUNGwttfelWyg6KXOAz28aKwHebzjpOtwqilwfiyqzPgiDJrl32IcSVhwRF0WvjS70eEzh5Y_sTwbWnpa1DXmmfuEFu-ruXyytNGL5P9LUJA/s320/3427253_20130107065556.jpg
air, CO2, gula, pengatur keasaman (asam sitrat dan natrium sitrat), sekuestran asam fosfat, kafein, pemantap gum arab, perisa cola, pengawet natrium benzoat, pewarna makanan biru berlian Cl 42090 dan merah alura